• Home
  • Facebook
  • Twitter
  • Ask.fm
  • Instagram

QHOLBI'S WORLD

Welcome to My Little Diary

Arsip Blog

  • ►  2017 (1)
    • ►  Januari (1)
  • ▼  2016 (11)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ▼  Februari (3)
      • Ingatlah!
      • Hidup
      • Maafkanlah Aku
    • ►  Januari (1)

About Me

Unknown
Lihat profil lengkapku


Setiap pertemuan pasti ada perpisahan.
Cepat atau lambat pepatah ini akan terjadi pada siapapun, termasuk aku.
Iya, tentu saja ada air mata, tentu saja ada semilir duka.
Tapi aku percaya semua ini akan terlewati dan kembali baik-baik saja.
Aku juga manusia biasa, punya rasa rindu yang menggebu.
Aku rindu menjadi diriku sendiri, diriku yang utuh.
Aku yang ku kenali, aku yang kuinginkan.
Memang semua tak lagi sama, tapi percayalah, ini yang terbaik.
Jangan ada benci apalagi caci, kita telah dewasa.
Bukankah dewasa berarti siap melupakan juga merelakan.
Kita masih bisa bertemu dalam nyata ataupun dalam doa.
Kita masih bisa saling membahagiakan.
Dalam peluk maupun dalam tawa.
Ini bukan kepergian, kita hanya sama-sama ingin meraih tujuan.
Tolong, tolong jangan anggap ini perpisahan.
Hanya raga kita yang terpisah, tapi hati ini masih saling bertautan.
Tubuhku memang tak lagi bersama dengan dirimu.
Tapi, izinkan aku menyelamatkan hati.
Agar perbedaan ini tak jadi bumerang untuk saling menyakiti.
Aku pergi karena aku ingin menjadi apa yang aku inginkan.

@dwitasaridwita

Jangan pernah kamu sesali kelopak yang jatuh dari tangkainya. Biarkan dia terbang bebas mengikuti arah angin yang membawanya.
Jangan pernah kamu merasa terkekang dalam hidup, nikmatilah hidupmu seperti kelopak yang terbang bebas. Bebas tapi tetap memiliki tujuan.
Jangan kamu sia-siakan pilihan yang telah kamu pilih. Ambillah resikonya. Karena setiap pilihan pasti ada sisi baik dan buruknya.
“KARENA HIDUP PASTI MEMPUNYAI TUJUAN”



Nafas ini tersengal menjerit

Diredam sedih dekap kerinduan
Tak peduli khalayak ramai
Perpisahan selalu menjadi bingkai perih

Menghitung waktu ketika kita tak lagi bertemu
Sesering dulu saat kita berseragam abu - abu
Tak ada canda menertawai sang guru
Tak ada tawa menggunjing pemuda

Wahai sahabat perjuangan
Disini kita kan selalu ingat
Ada sahabat yang menuntun kita
Menuju kedewasaan

Diantara kemarahan kita
Ada kedewasaan yang tersirat
Diantara kebersamaan kita
Ada kasih Allah yang tersurat

Maaf atas lisan yang tak bertuan
Maaf atas sikap yang tak berkelakuan
Maaf atas pikir yang tak tertentukan
Kita tetap dalam naungan persahabatan
  • Older posts →
  • ← Newer Posts

Search here

Followers

Viewers

About Me

Born in Kediri . 26 August 1998 . Simple girl!

Popular Posts

Rencana-Mu

Rasa Ini

Maafkanlah Aku

Aku Bisa Apa - Bunga Citra Lestari

MERANTAULAH!

Pamit

HAMPA

Ingatlah!

QHOLBI'S WORLD

Welcome to My Little Diary

  • Beranda
Created by Nur Qholbi. All Rights Reserved.