Setiap pertemuan pasti ada perpisahan.
Cepat atau lambat pepatah ini akan terjadi pada siapapun,
termasuk aku.
Iya, tentu saja ada air mata, tentu saja ada semilir duka.
Tapi aku percaya semua ini akan terlewati dan kembali
baik-baik saja.
Aku juga manusia biasa, punya rasa rindu yang menggebu.
Aku rindu menjadi diriku sendiri, diriku yang utuh.
Aku yang ku kenali, aku yang kuinginkan.
Memang semua tak lagi sama, tapi percayalah, ini yang
terbaik.
Jangan ada benci apalagi caci, kita telah dewasa.
Bukankah dewasa berarti siap melupakan juga merelakan.
Kita masih bisa bertemu dalam nyata ataupun dalam doa.
Kita masih bisa saling membahagiakan.
Dalam peluk maupun dalam tawa.
Ini bukan kepergian, kita hanya sama-sama ingin meraih
tujuan.
Tolong, tolong jangan anggap ini perpisahan.
Hanya raga kita yang terpisah, tapi hati ini masih saling
bertautan.
Tubuhku memang tak lagi bersama dengan dirimu.
Tapi, izinkan aku menyelamatkan hati.
Agar perbedaan ini tak jadi bumerang untuk saling menyakiti.
Aku pergi karena aku ingin menjadi apa yang aku inginkan.
@dwitasaridwita


