Nafas ini tersengal menjerit
Diredam sedih dekap kerinduan
Tak peduli khalayak ramai
Perpisahan selalu menjadi
bingkai perih
Menghitung waktu ketika kita
tak lagi bertemu
Sesering dulu saat kita
berseragam abu - abu
Tak ada canda menertawai sang
guru
Tak ada tawa menggunjing pemuda
Wahai sahabat perjuangan
Disini kita kan selalu ingat
Ada sahabat yang menuntun kita
Menuju kedewasaan
Diantara kemarahan kita
Ada kedewasaan yang tersirat
Diantara kebersamaan kita
Ada kasih Allah yang tersurat
Maaf atas lisan yang tak
bertuan
Maaf atas sikap yang tak
berkelakuan
Maaf atas pikir yang tak
tertentukan
Kita tetap dalam naungan
persahabatan

0 komentar